BEGINIKAH TEMAN SETIA?
Muflih dan Iwad adalah dua sahabat yang terkenal akrab dan saling setia kawan. Selalu bersama dalam suka dan duka. Keduanya berjanji untuk tak saling menyakiti dan berjanji untuk saling berusaha membahagiakan.
Suatu hari keduanya bergegas ke stasiun kereta api. Macetnya jalan menjadi penghambat perjalanan mereka. Lampu lalu lintas terasa terlalu lama di posisi merah dan terlalu cepat di posisi hijau. Di depan mereka ada tabrakan beruntun yang menjadikan jalan macet total. Tak ada pilihan lain kecuali harus berjalan kaki ke stasiun yang sebenarnya tak terlalu jauh lagi. Waktu kereta tiba semakin mendekat dan tak mungkin bertoleransi memundurkan jam berangkatnya.
Muflih dan Iwad berlari kencang. Muflih yang kurus jauh lebih cepat larinya dibandingkan dengan Iwad yang bertubuh tambun. Kereta mulai bergerak, Muflih langsung melompat ke dalam kereta. Sigap sekali. Iwad masih berlari sambil ketawa ngakak. Perutnya terguncang kecatas ke bawah. Nafasnya tersengal lucu bercampur ketawanya. Iwad ketinggalan kereta.
Iwad terua tertawa walau ketinggalan kereta. Stresskah dia? Ataukah terlalu sabar? Satpam stasiun bertanya kepadanya mengapa ngakak padahal ditinggal kereta. Iwad menjawab: "Yang mau berangkat itu saya, Muflih teman saya hanya mau antar saya. Lho kok malah dia yang lompat ke kereta? Hahaaaa, sepertinya Muflih itu latah. Latah itu kadang membuat orang bergerak tak sadar. Tapi itulah mungkin makna teman setia." Satpampun ikut ketawa sambil membanting-banting tongkatnya, sampai lupa bahwa kereta berikutnya sudah tiba. Salam, AIM
